Kurang Tidur Membuat Terasa Lapar? Ini Bukan Sekadar Perasaan tapi kenyataan!

Ilusttasi Kurang Tidur

Healzy.id — Sering merasa sulit diet, padahal sudah menjaga makan? Bisa jadi biang keroknya bukan makanan, tapi jam tidurmu yang berantakan. Pernah nggak sih, kalian begadang sampai jam 2 malam lalu tiba-tiba pengen makan berat? Padahal sebelumnya sudah makan malam? Itu bukan hanya lemah iman, tetapi terdapat penjelasan ilmiahnya. Simak yuk!

Sebuah studi dari Nature Communications (2022) yang dilakukan oleh Erin Hanlon dan tim dari University of Chicago menemukan bahwa kurang tidur secara signifikan meningkatkan kadar endocannabinoid. Lalu apa itu endocannabinoid? Endocannabinoid adalah senyawa kimia di otak yang memicu rasa lapar dan dorongan untuk makan makanan enak, terutama yang tinggi lemak dan gula.

Selanjutnya penelitian dari Sleep journal (Spiegel et al.) menunjukkan bahwa kurang tidur menurunkan hormon leptin (hormon yang mengatur rasa kenyang) dan menaikkan hormon ghrelin (hormon lapar). Kombinasi ini membuat otak “memerintahkan” tubuh untuk mencari kalori, terutama dari makanan ultra-processed. Jadi, jika sedang berusaha untuk menurunkan berat badan atau menjaga pola makan, tidur yang cukup bukan sekadar “bonus”, itu merupakan bagian dari strategi mencapai berat badan ideal. Para peneliti merekomendasikan 7–9 jam tidur per malam untuk orang dewasa, dengan waktu tidur dan bangun yang konsisten, bahkan di akhir pekan.

Nah, untuk kalian yang ingin hidup sehat terutama untuk yang ingin memiliki badan ideal, bisa memulainya dari kebiasaan kecil, seperti mengatur “jam mati layar” setidaknya 30 menit sebelum tidur. Cahaya biru dari hp dan laptop menekan produksi melatonin sehingga menjadikan susah untuk tidur. Dengan begitu kalian bisa tidur lebih awal dan pelan-pelan memperbaiki jam tidur yang berantakan.

Sumber:

  • Hanlon, E. C., et al. (2022). “Sleep restriction enhances the daily rhythm of circulating levels of endocannabinoid 2-arachidonoylglycerol.” Nature Communications.
  • Spiegel, K., et al. “Brief communication: Sleep curtailment in healthy young men is associated with decreased leptin levels.” Annals of Internal Medicine, 141(11), 846–850.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *