Healzy.id — Stres akademik adalah ketika individu mengalami terlalu banyak tekanan dan tuntutan ketika tidak dapat mengelola tugas dengan baik. Mahasiswa dituntut untuk cepat beradaptasi dengan lingkungannya sehingga memunculkan gejala stres. Ketidakmampuan mahasiswa untuk menghadapi atau mengatasi permasalahan ini menyebabkan munculnya stres akademik. Dampak stres akademik bisa mempengaruhi performa akademik, mengurangi efektivitas mengerjakan tugas, hingga menyebabkan gangguan kesehatan. Stres akademik juga merupakan faktor nomor satu yang menghambat performa akademik mahasiswa.
Ketika mahasiswa mengalami stres akademik dan tidak dapat menyalurkan stres, mereka cenderung akan mencari hiburan di luar dari tugas atau bahkan tidak akan menyentuh ataupun melihat tugas dalam kurun waktu tertentu. Hal tersebut biasanya dilakukan sebagai bentuk pelarian sementara dari tekanan dan beban pikiran yang dirasakan ketika menghadapi tugas atau deadline yang menumpuk.
Tetapi, jika hal ini dilakukan secara terus menerus maka tingkat stres akan terus meningkat.
Mitos mengenai stres yang membuat kita salah langkah:
- Stres itu negatif
Stres tidak selalu negatif. Stres bisa menjadi motivasi untuk bisa lebih bekerja keras untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah melalui diri sendiri. Pikiran mengenai deadline yang menjadikan pemicu untuk menyelesaikan tugas.
- Jangan memikirkan terlalu berat hal yang membuat stres
Ahli merekomendasikan teknik “Flexible thinking” dengan langsung menghadapi pikiran stres itu.
- Merokok dan minuman alkohol akan mengurangi stres
Merokok atau minuman beralkohol tidak ada hubungannya sama sekali dengan mengurangi stres. Tindakan tersebut akan memicu bertambahnya stres serta juga memiliki dampak buruk pada kesehatan tubuh.
- Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengelola stres
Ada berbagai hal untuk dapat mengelola stres contohnya olahraga, menghirup udara segar, jalan-jalan, dan manajemen waktu.
Fakta Stres yang Sering Dialami Mahasiswa Ketika Menjelang Masa PJBL:
- Sulit untuk rileks.
Mahasiswa yang mengalami tekanan dan stres cenderung merasa tegang dan overthinking sehingga sulit untuk tenang.
- Emosi atau kecemasan berlebihan
Memicu rasa cemas, khawatir, serta perubahan emosi yang tidak stabil menghadapi tugas atau deadline.
- Mudah tersinggung
Mahasiswa lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar ataupun perkataan orang lain.
- Sulit untuk berkonsentrasi
Pikiran yang terus menerus bersarang di kepala menjadikan sulit untuk berkonsentrasi ketika belajar atau mengerjakan tugas.
- Sulit untuk tidur
Perubahan waktu istirahat, istirahat menjadi terganggu.
- Kehilangan nafsu makan
- Malas melakukan aktivitas
Selain mitos dan fakta, penting untuk mahasiswa memiliki strategi yang efektif untuk mengelola stres. Berikut 6 strategi untuk mengelola stres ketika menjelang tugas PJBL:
- Kelola waktu dengan baik
- Jangan ragu untuk meminta bantuan
- Mengubah pola pikir
- Menjaga pola hidup sehat
- Istirahat dengan cukup
- Jangan menunda tugas
Stres yang dialami mahasiswa akibat tuntutan tugas, deadline, serta tekanan akademik merupakan hal yang umum. Masih banyak mitos mengenai stres yang dipercaya. Padahal, stres yang dikelola dengan baik dapat mendukung produktivitas mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa dapat menghadapinya dengan lebih tenang dan tetap produktif.