Healzy.id — Sering kali kita mendengar mengenai anjuran 10.000 langkah per hari. Tapi penelitian terbaru mengatakan, tidak perlu sebanyak itu untuk menjadi sehat. Benarkah begitu?
Untuk kalian para netizy pasti tidak asing dengan kalimat jalan kaki 10.000 langkah sehari. Angka menjadi “aturan tak tertulis” mengenai olahraga ringan. Tapi tahukah kamu, jika angka itu sebenarnya berasal dari kampanye pemasaran jam tangan Jepang di tahun 1960-an dan bukan dari penelitian ilmiah. Angka ini muncul karena strategi pemasaran dari perusahaan Jepang yang membuat pedometer bernama “Manpo-kei” (alat pengukur 10.000 langkah), angka 10.000 dipilih karena menarik, mudah diingat, dan secara visual menyerupai karakter Jepang yang estetik, bukan berdasar kepada hasil riset ilmiah.
Penelitian yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine oleh Amanda Paluch dkk (2021) telah menemukan sesuatu yang menarik. Seseorang yang berjalan sekitar 7.000 langkah per hari memiliki risiko kematian dini 50–70% lebih rendah. Setelah angka 7.000–8.000 langkah, manfaat tambahannya mulai stagnan (peningkatannya tidak signifikan), walaupun jalan hingga 12.000 langkah. Artinya apa? Kalau kamu selama ini merasa gagal karena tidak bisa mencapai 10.000 langkah, itu tidak masalah. Karena yang terpenting bukanlah angka, tapi konsistensi untuk tetap bergerak setiap hari. Target yang realistis dan tetap memberikan manfaat kesehatan yang signifikan yaitu 7.000 langkah. Setara dengan sekitar 45–55 menit jalan santai, atau bisa juga dibagi menjadi beberapa sesi singkat sepanjang hari.
Cara paling mudah bisa dimulai dari hal kecil, seperti parkir kendaraan sedikit lebih jauh, pilih tangga daripada lift, atau jalan kaki ke warung terdekat. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini tetap memberikan kontribusi bagi jumlah langkah harianmu. Ketika sudah terbiasa, kamu bisa perlahan meningkatkan target tanpa merasa tertekan.